Rabu, 02 Mei 2012

Qobliyah dan ba’diyah jum’at


Sebaiknya,kita jangan cepat-cepat ingkar terhadap masalah-masalah agama,terutama masalah ibadah/amaliyah dengan mengklaim itu tidak ada dalil yang sokhih,misalnya tentang sholat sunnat qobliyah dan ba’diyah jum’at,talqin mayit,sholat tarowih,ziarah qubur dan lain sebagainya.supaya I’tiqod kita tidak dikuasai rasa was-was atau menyangka masalah itu haram dan supaya kita tidak dikuasai syaitan,tidak terjerumus bujukan tipu dayanya hawa nafsu,meskipun ada golongan yang mengatakan ibadah/amaliyah itu tidak benar,sebelum kita menemukan dalil-dalil yang sokhih.karena setiap permasalahan yang muncul,terutama masalah ibadah/amaliyah itu pasti ada dalilnya.dan dalil-dalil tersebut tidak hanya terdapat dalam satu atau dua kitab saja,karena kitab itu beribu-ribu macam,bila tidak ditemukan dalam kitab yang satunya,mungkin masih bisa ditemukan dalam kitab yang lain dan pasti ada jawabanyya.dan
ketahuilah,bentuk ibadah apapun yang dilakukan para ulama’ “salafus sholikh” itu chaq/benar adanya yang patut untuk kita ikuti. Orang-orang NU sangat suka melakukan ibadah-ibadah sunnat seperti yang dilakukan oleh ulama’-ulama’ kuno diantaranya melakukan sholat sunat qobliyah dan ba’diyah jum’at,sebab menurut mereka sholat jum’at keduudukannya sebagai pengganti sholat dzuhur,oleh karena itu,sholat sunat qobliyah dan ba’diyah yang biasa dilakukan pada waktu sholat dzuhur,juga melekat pada sholat jum’at.sholat qobliyah jum’at yang biasa dikerjakan kaum muslimin khususnya warga NU,umumnya dikerjakan setelah duduk I’tikaf,sambil membaca al-qur’an, wiridan atau membaca tahlil sambil menunggu adzan pertama dikumandangkan.sedangkan sholat sunat ba’diyah jum’at,dilakukan usai membaca wiridan-wiridan khas jum’atan.adapun wiridan-wiridan khas jum’atan,insyaALLOH akan dikupas di edisi mendatang. Dasar-dasar sholat sunat qobliyah dan ba’diyah.. وَاَقْوَىمَا يُتَمَسَّكُ بِهِ فِى مَشْرُوعِيَّةِالرَّكْعَتَيْنِ قَبْلَ الجُمْعَةِ مَا صَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ مِنْ حَدِيْثِ عَبْدِاللّٰهِ ابْنِ الزُّبَيْرِ مَرْفُوعًا:مَا مِنْ صَلاَةٍ اِلاَّ وَبَيْنَ يَدَيْهَا رَكْعَتَانِ قَالَهُ فِي فَتْحِ الْبَارِى اِلٰى اَنْ قَالَ:وَرَوَى اَبُو دَاوُدَ فِي سُنَنِهِ عَنْ طَرِيقٍ اَيُوبَ عَنْ نَافِعٍ قَٰالَ:كَانَ اِبْنُ عُمَرَ يُطِيلُ اَلصَّلاَةَ قَبْلَ الْجُمْعَةِ وَيُصَلِّى بَعْدَهَا رَكْعَتَيْنِ فِي بَيْتِهِ وَيُحَدِّثُ اَنَّ رَسُولَ اللّٰهِ صَلّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم كَانَ يَفْعَلُ ذٰلِكَ Dalil yang paling kuat untuk dijadikan untuk pedoman tentang kebolehan sholat dua roka’at sebelum jum’at adalah hadits shohih ibnu hibban,yakni dari hadits abdulloh ibnu zubair(marfu’):tidak ada satu sholat pun kecuali sebelum sholat fardhu itru dilaksanakan ada sholat dua roka’at (sholat sunnat) demikian yang diungkaokan pengarang kitab “fath al-bary” sampai pada kalimat….abu dawud meriwayatkan dalam kitab sunnahnya dari jabir abu ayyub dari nafi’ ia berkata:ibnu umar memanjangkan sholatnya sebelum sholatr jum’at dan mengerjakan sholat dua roka’at sesudah sholat jum’at dirumahnya dan ia menceritakan pula bahwa rosululloh melaksanakan yang demikian. وَرَوَى عَنْ عَبْدِللّٰهِ ابْنِ مَسْعُودِ اَنَّهُ كَانَ يُصَلِّ قَبْلَ الْجُمْعَةِ اَرْبَعًا وَبَعْدَهَا اَرْبَعًا {رواه الترميذ Diriwayatkan dari abdulloh bin ibnu mas’ud:sesungguhnya rosululloh sholat sebelum jum’at empat roka’at,dan sesudah jum’at empat roka’at(HR.at-tirmidzi) اِذَاصَلٰى اَحَدُكُمْ الْجُمْعَةَ فَلْيُصَلِّ قَبْلَهَا اَرْبَعًَا وَبَعْدَهَا اَرْبَعًا (رواه مسلم Ketika kamu sekalian sholat jum’at,sebaiknya sholatlah kamu sekalian empat roka’at sebelum sholat jum’at,dan empat roka’at sesudah sholat jum’at(HR.muslim) Masa’il Soal:bagaimana hukumnya rambut wanita yang rontok sebelum berhenti(mampet.jowo)darah haidnya…???? Jawab:wajib disucikan(basuh) dan diperbolehkan membasuh rambut rontok sebelum berhenti darah haidnya(marqotu shu’udit tashdiiq halaman 23-24)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar